Merangkum Dua Wujud ‘Suara’ oleh Anak-Anak Sang Penyair

Bagi seorang Fitri Nganathi Wani, karya sastra, tulisan yang tak ada suaranya,hanya berwujud huruf dan kata-kata adalah sesuatu yang sangat memiliki kekuatan luar biasa untuk menginspirasi dan mempengaruhi banyak orang. “Dari situ saya semakin meyakini bahwa hilangnya bapak saya karena dia menulis tentang kebenaran.” Tutur Wani. Selasa (25/9) berlangsung acara peluncuran buku puisi “Kau Berhasil

Konflik Sosial dan Perspektif Wanita Paruh Baya

Bambang Sugiharto (seorang Guru Besar Estetika, mengajar di Universitas Parahyangan, ITB, dan UNNES), dalam pengantarnya di buku Krisis dan Paradoks: Film Indonesia karya Garin Nugroho dan Dyna Herlina S. mengemukakan bahwa film merupakan bentuk seni yang paling “menyerupai” gerak kehidupan itu sendiri. Ia hadir bagai sepotong kehidupan yang diambil dan ditayangkan di layar. Terlepas dari

Mahasiswa Diperbudak Kampus

“ ….. Seperti rajin sekolah pasti pintar. Keyakinan ini tak pernah diperdebatkan. Lama-lama keyakinan ini menjalar pada yang pintar pasti patuh: yang patuh pasti berhasil. Janji keberhasilan itu mengundang semua lembaga pendidikan untuk menanam kepatuhan dengan membabi buta. Korbannya tak lain mahasiswa yang sejak dini punya pandangan naif seperti itu.” Eko Prasetyo Sejak dulu, ketika

Eksplorasi Mainstream Film Indonesia Bertema Kelainan Psikologis

Film merupakan media penyatuan beragam unsur seni dan budaya. Film dapat mewadahi seni rupa, musik, drama, animasi, fotografi, tari, dan lain sebagainya menjadi satu bentuk media baru. Media yang utuh sebagai bentuk baru dan mampu berdiri sendiri serta diputar berulangkali dalam setiap kesempatan sesuai kebutuhan. Kehadiran film mampu memuat berbagai macam kepentingan, maksud, tujuan, dan

Tak Ada Resolusi di 2018

“Awal tahun ini adalah awal tahun yang sama dengan tahun-tahun sebelumnya.” Setiap kali memasuki tahun baru, kita selalu menyambutnya dengan suka cita nan meriah, dan mengulangnya di tahun berikutnya. Yah, hal semacam itu sebenarnya enggak begitu membosankan. Tetapi dengan “Resolusi” yang dikoar-koarkan, dan enggak ada sedikitpun perubahan adalah hal yang menjijikkan. Apa yang terjadi pada