GERAKAN SUKARELA STAFF PENGAJAR DAN ALUMNI FSMR

Masuknya pandemi COVID-19 ke Indonesia telah memberikan pengaruh signifikan di berbagai bidang. Terutama di bidang sosial ekonomi dan pendidikan. Sekolah serta universitas terpaksa diliburkan, demi memutus penyebaran virus corona. Kegiatan belajar-mengajar pun terpaksa dilakukan secara daring. Meskipun proses kuliah telah dilakukan secara daring, masih banyak mahasiswa perantau Institut Seni Indonesia (ISI) Yogyakarta yang memilih untuk

Resital Vokal Le Nostre Voci

Resital tahunan yang bertajuk Le Nostre Voci sukses diselenggarakan oleh Vocalista Harmonic Choir pada hari Sabtu, 14 Maret 2020. Resital tersebut bertempat di Concert Hall Institut Seni Indonesia (ISI) Yogyakarta. Vocalista Harmonic Choir sendiri adalah sebuah nama dari kelompok Paduan Suara Mahasiswa (PSM) yang juga merupakan salah satu unit kegiatan mahasiswa di ISI Yogyakarta. Pada

Seni dan Spiritualitas Majelis Dzikir & Solawat Masjid Al Muhtar ISI Yogyakarta

Majelis Dzikir & Solawat Masjid Al-Muhtar Institut Seni Indonesia (ISI) Yogyakarta mengadakan sebuah ruang diskusi dengan tema Seni & Spiritualitas (Seni, Tasawuf, dan Historis) dalam rangka mengenang 40 hari wafatnya Gus Sholahuddin Wahid pengasuh Pondok Pesantren (PP) Tebu Ireng, Dra. Pandansari Kusumo, M.Sn. kaprodi Desain Produk ISI Yogyakarta, dan Danang H.P alumni jurusan Seni Grafis

POLEMIK DALAM PEMILU BEM ISI YOGYAKARTA

Badan Eksekutif Mahasiswa kembali menggelar Pemilihan Umum yang diselenggarakan di halaman Concert Hall Institut Seni Indonesia Yogyakarta pada hari Rabu, 12 Februari 2020 guna menentukan Ketua dan Wakil Ketua BEMI periode 2020-2021. Acara yang berlangsung dari pukul 09.00-14.30 ini berhasil menarik suara-suara mahasiswa akan pentingnya pemilihan ketua dan wakil ketua BEMI periode selanjutnya. Jumlah dari

Buletin Kontemporer #15

  Salam Redaksi! Ketidak tahuan tentang sesuatu hanya membuat opini-opini liar, bahkan sampai menimbulkan suatu fitnah atau prasangka buruk terhadap suatu peristiwa. Kami sembagai lembaga pers mahasiswa selalu berusaha menjadi sumber informasi yang dibutuhkan mahasiswa, mencari klarifikasi isu-isu yang beredar di lingkungan kampus. Berusaha menjadi wadah aduan mahasiswa, tanpa intervensi dari institut, dan sebagai lembaga pers yang menaati kode etik jurnalistik. Pada buletin

“Bara Lapar Jadikan Palu” : Genap Berusia 20 Tahun, Taring Padi Kembali ke Kampus

Dalam sejarah suatu komunitas yang terbentuk secara komunal, sebuah embrio tumbuh karena kondisi sosial yang semakin memburuk akibat dari akumulasi kekecewaan dan perlawanan terhadap rezim Orde Baru dibawah kepemimpinan Presiden Republik Indonesia yang kedua, yaitu Soeharto. Kala itu permulaan Orde Baru meletuskan angka-angka pertumbuhan makroekonomi yang sangat mengesankan. Namun, kebijakan-kebijakan tersebut menyebabkan ketidakpuasan pada masyarakat

Seni Kanggo Sedulur Lombok: Acara Kemanusiaan Berbalut Seni

Seni Kanggo Sedulur Lombok menjadi hiburan sekaligus panggung solidaritas dengan menitikberatkan pada pengaruh signifikan acara-acara seni (pementasan teater, drama, atau tari; pertunjukan musik; penayangan film; pantomim; orasi-orasi sastra; maupun pelbagai bentuk seni lain) yang selalu memiliki fungsi ganda. Sebagai bentuk tanggung jawab atas kehadirannya, para pelaku seni, budayawan, dan akademisi di DI Yogyakarta bekerja sama

Pre Order Majalah Art Effect #9

PRE ORDER MAJALAH ART EFFECT #9 DIBUKA! – Salam budaya! Salam literasi! Segera Terbit, Majalah Art Effect #9 dengan tema “LITERASI SENI”. – Segera dapatkan edisi baru ini dengan cara memesannya dan membeli dengan harga cuma Rp 25.000,- saja. Mau? – Silakan kirim pesan melalui WA / SMS dengan format pemesanan: Nama (spasi) Jurusan dan Kampus / Insitusi (spasi)

Seni Kanggo Sedulur Lombok

Pada hari Minggu tanggal 29 Juli 2018, gempa pertama terjadi di Pulau Lombok dengan skala 6,4 magnitudo. Pusat gempa terjadi di selat Sumbawa. Guncangannya besar, terutama di Lombok Timur, Lombok Utara, Sumbawa bagian Barat dan sampai Pulau Bali bagian Timur. Dalam kesadaran kosmis masyarakat Sasak (tulisanya : Saq-Saq), setiap kali terjadi gempa berskala besar adalah