Pandemi dan Seni: Ungkapan Rasa Diatas Kanvas

Pandemi yang tidak kunjung usai melahirkan banyak kepahitan dibeberapa waktu belakang, mulai dari kegiatan yang tertunda sampai batal terlaksanapun turut ada. Seratnya akses berpergian dan berjumpa dengan sesama membuat rasa hampa timbul  menyapa, lalu bagaimana dengan kehidupan kampus ?. Kurang lebih sudah berjalan satu setengah tahun dengan habbit  barunya, mengajar dan belajar secara daring. Meski

Penyelenggaraan Festival Payung di Masa Pandemi

Festival Payung Indonesia adalah salah satu event tahunan yang diselenggarakan oleh Mataya Arts & Heritage sejak tahun 2014. Festival yang diselenggarakan di berbagai situs warisan budaya  ini hadir untuk melestarikan payung tradisi nusantara yg hampir dalam kondisi punah dan mengelaborasi tradisi payung nusantara dalam perspektif lintas-genre seni. Dengan menghadirkan berbagai seni kontemporer, kriya, desain, serta

Pentas Virtual “Ngalaras Rasa” Mahasiswa Etnomusikologi Angkatan 2019

Konser virtual yang berjudul “Ngalaras Rasa” sukses digelar oleh Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ) Institut Seni Indonesia Yogyakarta  pada tanggal 11 Agustus 2021 di akun youtube resmi HMJ Etnomusikologi ISI  Yogya serta konser ini diselenggarakan oleh jurusan etnomusikologi angkatan 2019. Judul yang mereka ambil yaitu “Ngalaras Rasa”, nama ini mereka cetuskan berdasarkan diskusi antar mahasiswa etnomusikologi

GERAKAN SUKARELA STAFF PENGAJAR DAN ALUMNI FSMR

Masuknya pandemi COVID-19 ke Indonesia telah memberikan pengaruh signifikan di berbagai bidang. Terutama di bidang sosial ekonomi dan pendidikan. Sekolah serta universitas terpaksa diliburkan, demi memutus penyebaran virus corona. Kegiatan belajar-mengajar pun terpaksa dilakukan secara daring. Meskipun proses kuliah telah dilakukan secara daring, masih banyak mahasiswa perantau Institut Seni Indonesia (ISI) Yogyakarta yang memilih untuk

Resital Vokal Le Nostre Voci

Resital tahunan yang bertajuk Le Nostre Voci sukses diselenggarakan oleh Vocalista Harmonic Choir pada hari Sabtu, 14 Maret 2020. Resital tersebut bertempat di Concert Hall Institut Seni Indonesia (ISI) Yogyakarta. Vocalista Harmonic Choir sendiri adalah sebuah nama dari kelompok Paduan Suara Mahasiswa (PSM) yang juga merupakan salah satu unit kegiatan mahasiswa di ISI Yogyakarta. Pada

Seni dan Spiritualitas Majelis Dzikir & Solawat Masjid Al Muhtar ISI Yogyakarta

Majelis Dzikir & Solawat Masjid Al-Muhtar Institut Seni Indonesia (ISI) Yogyakarta mengadakan sebuah ruang diskusi dengan tema Seni & Spiritualitas (Seni, Tasawuf, dan Historis) dalam rangka mengenang 40 hari wafatnya Gus Sholahuddin Wahid pengasuh Pondok Pesantren (PP) Tebu Ireng, Dra. Pandansari Kusumo, M.Sn. kaprodi Desain Produk ISI Yogyakarta, dan Danang H.P alumni jurusan Seni Grafis

POLEMIK DALAM PEMILU BEM ISI YOGYAKARTA

Badan Eksekutif Mahasiswa kembali menggelar Pemilihan Umum yang diselenggarakan di halaman Concert Hall Institut Seni Indonesia Yogyakarta pada hari Rabu, 12 Februari 2020 guna menentukan Ketua dan Wakil Ketua BEMI periode 2020-2021. Acara yang berlangsung dari pukul 09.00-14.30 ini berhasil menarik suara-suara mahasiswa akan pentingnya pemilihan ketua dan wakil ketua BEMI periode selanjutnya. Jumlah dari

Buletin Kontemporer #15

  Salam Redaksi! Ketidak tahuan tentang sesuatu hanya membuat opini-opini liar, bahkan sampai menimbulkan suatu fitnah atau prasangka buruk terhadap suatu peristiwa. Kami sembagai lembaga pers mahasiswa selalu berusaha menjadi sumber informasi yang dibutuhkan mahasiswa, mencari klarifikasi isu-isu yang beredar di lingkungan kampus. Berusaha menjadi wadah aduan mahasiswa, tanpa intervensi dari institut, dan sebagai lembaga pers yang menaati kode etik jurnalistik. Pada buletin

“Bara Lapar Jadikan Palu” : Genap Berusia 20 Tahun, Taring Padi Kembali ke Kampus

Dalam sejarah suatu komunitas yang terbentuk secara komunal, sebuah embrio tumbuh karena kondisi sosial yang semakin memburuk akibat dari akumulasi kekecewaan dan perlawanan terhadap rezim Orde Baru dibawah kepemimpinan Presiden Republik Indonesia yang kedua, yaitu Soeharto. Kala itu permulaan Orde Baru meletuskan angka-angka pertumbuhan makroekonomi yang sangat mengesankan. Namun, kebijakan-kebijakan tersebut menyebabkan ketidakpuasan pada masyarakat

Seni Kanggo Sedulur Lombok: Acara Kemanusiaan Berbalut Seni

Seni Kanggo Sedulur Lombok menjadi hiburan sekaligus panggung solidaritas dengan menitikberatkan pada pengaruh signifikan acara-acara seni (pementasan teater, drama, atau tari; pertunjukan musik; penayangan film; pantomim; orasi-orasi sastra; maupun pelbagai bentuk seni lain) yang selalu memiliki fungsi ganda. Sebagai bentuk tanggung jawab atas kehadirannya, para pelaku seni, budayawan, dan akademisi di DI Yogyakarta bekerja sama