Pameran (Finding Horizon) “Perahu Sudah Berlayar, Dermaga Sudah Kita Bakar”

Dalam suasana serba keterbatasan pada masa pandemi Covid-19 masih melanda dunia secara global, karya seni menjadi harapan bagi manusia untuk tetap berani mengatakan “ya” pada kehidupan dan menjadi manusia “waras” melalui fungsi therapeutic-nya. Pameran “Finding Horizon” adalah salah satu “perahu” yang berlayar dari para seniman muda dalam samudera kesenimanannya. Pameran “Finding Horizon” diselenggarakan oleh seluruh

Karya seni ISI Yogyakarta diterbangkan ke Pameran Internasional di Shanghai

Lima karya seniman dari Institut Seni Indonesia (ISI) Yogyakarta diterbangkan ke pameran karya seni internasional di Kota Shanghai, jantung seni Tiongkok. Menurut Konsul Jenderal RI di Shanghai, Deny Kurnia, lima karya tersebut memikat pihak Shanghai Art Collection Museum (SACM) selaku penyelenggara “11th Internasional Exhibition of Tradisional Fine Arts” yang digelar pada Kamis kemarin (10/6) hingga

Retrospeksi Generasi 90-an: Melankolia

Sejauh mana seseorang mampu berjuang menerima dan mengikhlaskan, lalu bangkit dari kesedihan atas meninggalnya salah seorang anggota keluarga akibat kecelakaan? Perbedaan cepat-lambat kemampuan seseorang mengikhlaskan dituangkan dalam Generasi 90-an Melankolia, yang diarahkan sekaligus ditulis sendiri skenarionya oleh Mohammad Irfan Ramlyke. Film bergenre drama keluarga yang juga mengandung adaptasi dari buku Generasi 90-an karya Marcella F.P.

Menempuh Jalan Pulang Lewat Film Mudik

Apa yang akan dilakukan oleh sepasang suami-istri berpemikiran ibu kota, bila dipertemukan dengan persoalan keluarga lain dalam perjalanan mudik, padahal keduanya sendiri sedang ‘bermasalah’? Adriyanto Dewo mengarahkan pertanyaan ini dalam medium film berjudul Mudik, dengan menulis sendiri skenarionya. Film produksi LifeLike Pictures ini diperankan oleh Asmara Abigail, Putri Ayudya, Ibnu Jamil, dan Yoga Pratama. Tak

Resital Vokal Le Nostre Voci

Resital tahunan yang bertajuk Le Nostre Voci sukses diselenggarakan oleh Vocalista Harmonic Choir pada hari Sabtu, 14 Maret 2020. Resital tersebut bertempat di Concert Hall Institut Seni Indonesia (ISI) Yogyakarta. Vocalista Harmonic Choir sendiri adalah sebuah nama dari kelompok Paduan Suara Mahasiswa (PSM) yang juga merupakan salah satu unit kegiatan mahasiswa di ISI Yogyakarta. Pada

WARNING! Books Siap Gelar Acara Bingung, Rayakan Rilis Buku Antologi Lirik Iksan Skuter

Yogyakarta, Jumat (14/2), WARNING! Books bekerja sama dengan Huhum Art Organizer dan Katalika Project siap menggelar acara bertajuk Bingung. Ini adalah perayaan rilis buku dengan judul yang sama, “Bingung” yang merupakan buku antologi lirik milik musisi asal Malang, Iksan Skuter. Acara ini bakal digelar bertempat di IFI-LIP Yogyakarta, mulai pukul 19.00 hingga 23.00 WIB. Acara

Eksplikasi Atas Kembali Beradaptasi

Wawancara dengan Erwin Prasetya Kurniawan. Mahasiswa Film dan Televisi angkatan 2015. Ketua Sreeening Tugas Akhir (TA) ”Kembali Beradaptasi”, terkait rancu manajemen kursi penonton.        Dalam screening ini, ada beberapa pihak dalam antrean panjang penonton yang tidak kebagian tiket. Apa ada statement yang ingin disampaikan mengenai hal tersebut ?   Salah satu kenapa tiket

Kembali Beradaptasi, Menarik, Tapi …

Program Studi Film dan Televisi Institut Seni Indonesia (ISI) Yogyakarta kembali mengadakan pemutaran film Tugas Akhir (TA) bertajuk Kembali Beradaptasi pada Senin, 30 Desember 2019. Berbeda dari screening TA 2019 lainnya yang biasa menempati ruang Audio Visual (di Dekanat FSMR) Kampus ISI, pemutaran kali ini bertempat di Cinepolis Lippo Plaza Yogyakarta. Kembali Beradaptasi menjadi kali

Kucumbu Tubuh Indahku : Durja Topeng Perempuan Para Lengger Lanang

Setiap manusia menyimpan ingatan masa lalu yang terlukiskan dalam tubuhnya. Mereka hanya bisa mengalah dan menerima atas segala kejadian yang pernah dilalui. Sutradara Garin Nugroho mengangkat pengisahan tentang tubuh manusia tersebut melalui cerita hidup seorang penari lengger lanang dalam film berjudul Kucumbu Tubuh Indahku : Memories of My Body. Film yang menyabet duabelas penghargaan dalam

Konflik Ruang Hidup dan Kesalahpahaman dalam Ekosistem Plural Manusia-Alam

Kesalahpahaman dalam hidup bersosial, beraktivitas, maupun berkegiatan dapat dengan mudah menimbulkan beragam akibat. Akibat-akibat tersebut pun secara tidak langsung turut dipengaruhi oleh faktor-faktor komunikasi. Salah satu akibatnya adalah konflik-konflik tak berkesudahan, baik antarmanusia maupun manusia dan alam (termasuk hewan dan tumbuhan). Di antara konflik-konflik tersebut, ada pula sejumlah film dengan persoalan kesalahpahaman yang berbeda-beda, tapi