Kim hwan-ki : Do the lines I draw go beyond the limit of the sky?

Nyaris tak dikenal sepanjang hidup dan mati tragis, kim hwan ki merupakan salah satu dari seniman yang memajukan seni abstrak di Korea. Gaya hidupnya yang peripatetik, membuatnya sering berpindah tempat tinggal. Mulai dari tanah airnya, lalu ke Jepang, ke Prancis dan akhirnya ke Amerika. Hal itu pula yang mencerminkan usahanya dalam mengembangkan dan mengekspresikan gaya

Menggali potensi anak sejak dini dari sudut pandang seni.

Keterampilan atau biasanya sering disebut bakat dan bisa juga disebut kelebihan, merupakan suatu anugerah bagi kita yang bersungguh-sungguh, banyak di luar sana yang berlomba-lomba agar bisa menguasai sesuatu kelebihan atau keterampilan tersebut, entah itu keterampilan olahraga, kesenian, maupun keterampilan komunikasi. Sama halnya dengan kita yang bergulat di salah satu keahlian yaitu di kampus seni, dan

Clavier Virtual Welcome Concert #2 : Konser Penyambutan Calon Anggota Clavier 2021

Pandemi covid-19 yang telah melanda selama satu tahun lebih tidak menyurutkan semangat para pelaku seni pertunjukan untuk menyalurkan kreativitasnya melalui sebuah konser. Dengan adanya kemajuan teknologi, kita bisa membuat konser dalam bentuk virtual/daring sehingga tidak mengundang kerumunan masal karena dapat ditonton di rumah penonton masing-masing. Meskipun diperlukan berbagai penyesuaian untuk membuat konser virtual, hal ini

Mengenang Kembali Sosok Djaduk Ferianto Melalui Rumah yang Menjadi Ciri Khas Keunikannya.

Sudah hampir menginjak dua tahun sejak kepulangan salah satu seniman, musisi, sekaligus aktor Indonesia, Gregorius Djaduk Ferianto. Djaduk Ferianto, sebagaimana ia biasa dipanggil, lahir 19 Juli 1964 di Yogyakarta. Beliau merupakan anak dari seniman Bagong Kussudiardja sekaligus adik kandung dari Butet Kertaradjasa. Selepas SMA, Djaduk mengambil jurusan Seni Rupa dan Desain di Institut Seni Indonesia

Pentas Virtual “Ngalaras Rasa” Mahasiswa Etnomusikologi Angkatan 2019

Konser virtual yang berjudul “Ngalaras Rasa” sukses digelar oleh Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ) Institut Seni Indonesia Yogyakarta  pada tanggal 11 Agustus 2021 di akun youtube resmi HMJ Etnomusikologi ISI  Yogya serta konser ini diselenggarakan oleh jurusan etnomusikologi angkatan 2019. Judul yang mereka ambil yaitu “Ngalaras Rasa”, nama ini mereka cetuskan berdasarkan diskusi antar mahasiswa etnomusikologi

Kustomfest 2020 Unrestricted — Pandemi Bukan Penghalangan untuk Tetap Berkarya

Kustomfest merupakan event otomotif yang setiap tahunnya diselenggarakan di Daerah Istimewa Yogyakarta. Dikalangan para pencinta kustom kultur , event ini sering disebut sebagai lebaranya para pecinta kendaran kustom, dari kendaran roda dua sampai roda empat berkumpul di acara ini untuk bersenang-senang, melihat, dan berkompetisi memamerkan hasil karyanya. Akan tetepi pada tahun 2020 tanah air yang

Terapi Musik untuk Perkembangan Anak

Musik telah dikenal masyarakat secara luas dari berbagai macam kalangan. Apakah mungkin ada orang yang tidak menyukai musik? Mungkin ada saja ya, akan tetapi hampir semua orang menyukai dan mendengarkan musik sesuai selera dan keinginan masing-masing. Karena pada dasarnya, manusia adalah makhluk musikal. Tubuh manusia sendiri terdiri dari organ-organ yang beraktivitas dan melakukan fungsinya secara

Karya seni ISI Yogyakarta diterbangkan ke Pameran Internasional di Shanghai

Lima karya seniman dari Institut Seni Indonesia (ISI) Yogyakarta diterbangkan ke pameran karya seni internasional di Kota Shanghai, jantung seni Tiongkok. Menurut Konsul Jenderal RI di Shanghai, Deny Kurnia, lima karya tersebut memikat pihak Shanghai Art Collection Museum (SACM) selaku penyelenggara “11th Internasional Exhibition of Tradisional Fine Arts” yang digelar pada Kamis kemarin (10/6) hingga

Keunikan Latar dan Sinematografi Film Midsommar

Setelah sukses dengan film pertamanya, yaitu Hereditary, Ari Aster menghadirkan film horor terbarunya yang mengambil background perkampungan di desa terpencil di Swedia. Midsommar merupakan film kedua garapan sutradara Ari Aster yang dirilis pada bulan Juli 2019 di Amerika dan mulai tayang di bioskop Indonesia pada bulan September 2019 lalu. Film ini menampilkan sinematografi dari Pawel