Menyelami Jati Diri dengan Rekonstruksi Exhibition

Pencarian jati diri adalah perjalanan yang lumrah bagi setiap manusia. Namun, proses untuk menemukan jati diri seringkali berujung pada kebingungan, terutama di masa remaja-dewasa ketika individu mencoba menemukan pengakuan dari lingkungannya. Dengan bangga Anak Tangga Collective menghadirkan pameran seni pertamanya yang berjudul “REKONSTRUKSI” yang akan menjadi panggung bagi perjumpaan pertama antara karya seni dengan pencarian jati diri. Rekonstruksi merupakan wujud dari refleksi mendalam tentang pencarian jati diri manusia, trauma, dan peran lingkungan dalam membentuk individu.

Rekonstruksi menjadi sebuah upaya untuk mencapai kesadaran dari jati diri dan bermaksud untuk mengajak pengunjung menemukan kesadaran atas trauma, sebagai langkah untuk proses menemukan identitas atau jati diri lewat karya-karya seniman yang menggambarkan trauma dan jati diri mereka. Pameran ini mengajak pengunjung untuk merenungkan arti sejati dari identitas individu dalam berbagai media seni, yaitu lukisan, patung, instalasi, narasi hingga karya multimedia. 

Pembukaan perdana Rekonstruksi telah terlaksana pada Rabu, 24 April 2024 dengan menghadirkan solo monologue dari Dyonisius Vito yang memukau. Berikutnya pada Jumat, 26 April 2024 dilangsungkan Tur Galeri oleh Jalan-Jalan Pameran. Lalu pada Sabtu, 27 April 2024, diadakan workshop membuat sketchbook oleh Shafira Permata, yang kemudian diakhiri dengan penutupan acara pada hari Minggu, 28 April 2024 yang dimeriahkan oleh DC Performance oleh Doogie Mar.

Pameran rekonstruksi menghadirkan karya 16 seniman muda yang berbakat yang dikuratori oleh Danmas Ali dan Arboysm. Salah satu yang menarik dari 16 seniman yaitu instalasi karya seniman bernama Nala dengan judul “Dalam Satu Jam”. 

Melalui karyanya, Nala sebagai seniman menuturkan, “Aku kepikiran untuk bikin salah satu karya. Tapi nggak mau lukisan. Bukan berarti salah ya, tapi lebih ke sesuatu yang baru aja gitu. Orang tuh datang ke pameran nggak cuma melihat lukisan tapi ada medium baru dan lebih variatif apa yang dilihat”. 

Dengan tema rekonstruksi pikiran, rekonstruksi diri, Nala disini tidak hanya men-display karya semata. Di setiap karyanya tersebut ada konteks yang ingin ditampilkan, dengan sajian teks yang menggiring pengunjung untuk merekonstruksi pikirannya. 

Karya instalasi oleh Satria Nala
Karya instalasi oleh Satria Nala

Tentunya setiap karya mempunyai makna dan nilainya masing-masing. Dengan kata lain, setiap orang dapat mengartikan karya tersebut dengan pemikirannya sendiri. Diadakannya pameran ini juga secara tidak langsung menjadi tempat berkumpulnya para seniman lintas generasi serta mengajak pengunjung dalam pencarian jati diri. 

Rekonstruksi diharapkan dapat membantu pengunjung untuk menemukan kembali kesadaran dan jati diri masing-masing pribadi. Pameran yang diselenggarakan oleh mahasiswa S1 Tata Kelola Seni, Institut Seni Indonesia Yogyakarta (ISI Yogyakarta) ini telah rampung diselenggarakan pada 24 – 28 April 2024 di Studio Kalahan secara gratis dari pukul 10.00 WIB – 20.00 WIB.

Teks oleh: Nurul A’mal Mustaqimah/PRESSISI 11

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.