Dilaksanakannya ARTJOG MMXXI: Arts in Common – Time (to) Wonder Seri Dua.

Pameran seni kontemporer “Artjog” adalah pameran seni yang diadakan setiap tahunnya pada kisaran Bulan Mei. Juni, atau Juli di Kota Yogyakarta. Pameran yang dibentuk oleh Heri Pemad ini memiliki banyak peminat dan tidak pernah sepi oleh pengunjung. Artjog menyajikan pameran yang terkesan unik dengan tema yang berbeda di tiap tahunnya, ruang pada pameran Artjog adalah

Pentas Virtual “Ngalaras Rasa” Mahasiswa Etnomusikologi Angkatan 2019

Konser virtual yang berjudul “Ngalaras Rasa” sukses digelar oleh Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ) Institut Seni Indonesia Yogyakarta  pada tanggal 11 Agustus 2021 di akun youtube resmi HMJ Etnomusikologi ISI  Yogya serta konser ini diselenggarakan oleh jurusan etnomusikologi angkatan 2019. Judul yang mereka ambil yaitu “Ngalaras Rasa”, nama ini mereka cetuskan berdasarkan diskusi antar mahasiswa etnomusikologi

Penggambaran Sisi Negatif Oknum Guru Agama pada Film ‘Mukhlis’

Sebagai mahasiswa Film, tentunya membuat film merupakan hal rutin yang sering dilakukan. Entah itu sebagai tugas, maupun keinginan sendiri untuk menyampaikan sebuah pesan. Tugas Akhir yang menjadi karya terakhir di kampus biasanya diproduksi dengan penuh persiapan dan garapan yang maksimal. Begitupun dengan mahasiswa S-1 Film dan Televisi Institut Seni Indonesia (ISI) Yogyakarta yang pada Juni

Kustomfest 2020 Unrestricted — Pandemi Bukan Penghalangan untuk Tetap Berkarya

Kustomfest merupakan event otomotif yang setiap tahunnya diselenggarakan di Daerah Istimewa Yogyakarta. Dikalangan para pencinta kustom kultur , event ini sering disebut sebagai lebaranya para pecinta kendaran kustom, dari kendaran roda dua sampai roda empat berkumpul di acara ini untuk bersenang-senang, melihat, dan berkompetisi memamerkan hasil karyanya. Akan tetepi pada tahun 2020 tanah air yang

SENI DAN NEW NORMAL (Seminar Nasional Dies Natalis ISI Yogyakarta Ke-37)

Dalam rangka memperingati perayaan Dies Natalis ISI Yogyakarta, banyak agenda yang telah terselenggara sejak 31 Mei 2021 dengan diawali sidang senat terbuka yang jumlah orangnya terbatas di Concert Hall ISI Yogyakarta. Menginjak usianya yang ke-37 pada tahun ini, ISI Yogyakarta membawakan tema besar yaitu ‘Kebangkitan Seni di Era New Normal’ dan salah satu agenda utama

Pameran (Finding Horizon) “Perahu Sudah Berlayar, Dermaga Sudah Kita Bakar”

Dalam suasana serba keterbatasan pada masa pandemi Covid-19 masih melanda dunia secara global, karya seni menjadi harapan bagi manusia untuk tetap berani mengatakan “ya” pada kehidupan dan menjadi manusia “waras” melalui fungsi therapeutic-nya. Pameran “Finding Horizon” adalah salah satu “perahu” yang berlayar dari para seniman muda dalam samudera kesenimanannya. Pameran “Finding Horizon” diselenggarakan oleh seluruh

Terapi Musik untuk Perkembangan Anak

Musik telah dikenal masyarakat secara luas dari berbagai macam kalangan. Apakah mungkin ada orang yang tidak menyukai musik? Mungkin ada saja ya, akan tetapi hampir semua orang menyukai dan mendengarkan musik sesuai selera dan keinginan masing-masing. Karena pada dasarnya, manusia adalah makhluk musikal. Tubuh manusia sendiri terdiri dari organ-organ yang beraktivitas dan melakukan fungsinya secara

Karya seni ISI Yogyakarta diterbangkan ke Pameran Internasional di Shanghai

Lima karya seniman dari Institut Seni Indonesia (ISI) Yogyakarta diterbangkan ke pameran karya seni internasional di Kota Shanghai, jantung seni Tiongkok. Menurut Konsul Jenderal RI di Shanghai, Deny Kurnia, lima karya tersebut memikat pihak Shanghai Art Collection Museum (SACM) selaku penyelenggara “11th Internasional Exhibition of Tradisional Fine Arts” yang digelar pada Kamis kemarin (10/6) hingga

Keunikan Latar dan Sinematografi Film Midsommar

Setelah sukses dengan film pertamanya, yaitu Hereditary, Ari Aster menghadirkan film horor terbarunya yang mengambil background perkampungan di desa terpencil di Swedia. Midsommar merupakan film kedua garapan sutradara Ari Aster yang dirilis pada bulan Juli 2019 di Amerika dan mulai tayang di bioskop Indonesia pada bulan September 2019 lalu. Film ini menampilkan sinematografi dari Pawel

Novel 24 Wajah Billy (Terjemahan “The Minds of Billy Milligan”): Membuat Pembaca, …

Judul               : 24 Wajah Billy (diterjemahkan dari “The Minds of Billy Milligan”) Penulis             : Daniel Keyes Penerjemah      : Miriasti dan Meda Satrio Penerbit           : Penerbit Qanita, Bandung Tahun Cetak   : Cetakan I, Juli 2005 Halaman          : 700 Halaman Pandemi Covid – 19 bagaikan mimpi buruk bagi semua orang. Masa karantina Covid – 19