Raden Saleh, Sang Pelopor Seni Rupa Modern

Sekitar 170 tahun yang lalu, Raden Saleh membawa lukisan termahsyurnya yang menggambarkan penangkapan Pangeran Diponegoro di Magelang. Lukisan itu ia persembahkan kepada Raja Belanda Willem III (memerintah tahun 1849-1890), sebagai tanda terima kasihnya atas pendidikan yang didapatnya selama hampir 23 tahun di Eropa. Menurut Mikke Susanto, dosen Program Studi Tata Kelola Seni, Fakultas Seni Rupa

NIGHTCRAWLER, MENGGAPAI “AMERICAN DREAM” DI DALAM SISI GELAP JURNALISME

“American Dream”, sebuah etos nasional yang dijunjung Amerika Serikat yang berarti sekumpulan ide bahwa semua orang berhak atas kesempatan untuk hidup makmur, sukses dan menggapai impiannya melalui kerja keras tanpa mengenal kelas sosial di tanah Amerika Serikat. Premis inilah yang diangkat Dan Gilroy dalam film debut penyutradaraannya berjudul  Nightcrawler. Menceritakan tentang Louis Bloom, seorang pengangguran

New Traditional Dance Typical of Bekasi

Dinas Kebudayaan Pemuda dan Olahraga Kabupaten Bekasi (Disbudpora Kabbekasi) sukses mempersembahkan tarian baru khas dari Kabupaten Bekasi. Tarian yang bertajuk Tari Kembang Bulak ini pertama kali ditampilkan secara virtual melalui akun instagram @disbudpora_kabbekasi pada tanggal 9 Mei 2021 yang bertempat di Gedung Juang Bekasi. Tarian yang berdurasikan lima menit ini diciptakan oleh Budiman Tedjasukmana S.Pd.

New Traditional Dance Typical of Bekasi

Dinas Kebudayaan Pemuda dan Olahraga Kabupaten Bekasi (Disbudpora Kabbekasi) sukses mempersembahkan tarian baru khas dari Kabupaten Bekasi. Tarian yang bertajuk Tari Kembang Bulak ini pertama kali ditampilkan secara virtual melalui akun instagram @disbudpora_kabbekasi pada tanggal 9 Mei 2021 yang bertempat di Gedung Juang Bekasi. Tarian yang berdurasikan lima menit ini diciptakan oleh Budiman Tedjasukmana S.Pd.

Read More

“Wolfwalkers”: Mengemas Isu-Isu Penting melalui Cerita Rakyat

Pendahuluan Film “Wolfwalkers” (2020) merupakan film keempat rilisan studio Cartoon Saloon yang berbasis di Kilkenny, Irlandia. Bersama dengan “The “The Secret of Kells” (2009), “Song of the Sea” (2013), “Wolfwalkers” menjadi film ketiga dan terakhir dari trilogi cerita rakyat Irlandia garapan Cartoon Saloon dan sutradara Tomm Moore. Selain ketiga film tersebut, adapun film “The Breadwinner”

Sebuah Harapan Diantara Ketidakpastian

Kapan pandemi COVID-19 di Indonesia akan berakhir? Penyakit Coronavirus-19 (COVID-19) masih berlangsung hingga Mei 2021 dan sudah bermutasi dengan beberapa varian, yakni varian terbaru yang masuk ke Indonesia diantaranya virus Corona B117 asal Inggris, Corona B1351 asal Afrika Selatan, dan B1617 asal India. Ketiga varian ini masuk kategori Variant of Concern (VoC) atau varian virus

Penghuni Kampus Selama Pandemi

Beberapa bulan lalu, tepatnya pada tanggal 27 November 2020 sempat beredar berita tentang sejumlah patung yang berjejer di atas trotoar lingkungan Institut Seni Indonesia (ISI) Yogyakarta. Berita ini cukup viral di media sosial, menjadi sorotan publik serta diunggah di berbagai akun Instagram. Bagaimana tidak, patung yang berjejer rapi ini tampak begitu menyeramkan. Patung yang berbentuk

Retrospeksi Generasi 90-an: Melankolia

Sejauh mana seseorang mampu berjuang menerima dan mengikhlaskan, lalu bangkit dari kesedihan atas meninggalnya salah seorang anggota keluarga akibat kecelakaan? Perbedaan cepat-lambat kemampuan seseorang mengikhlaskan dituangkan dalam Generasi 90-an Melankolia, yang diarahkan sekaligus ditulis sendiri skenarionya oleh Mohammad Irfan Ramlyke. Film bergenre drama keluarga yang juga mengandung adaptasi dari buku Generasi 90-an karya Marcella F.P.

Bikin Filem : Selayang Pandang Dunia Film Malaysia

Pernahkah terbayangkan dalam benak, gambaran di balik layar pembuatan film oleh para pelaku, pebisnis, dan pekerjanya di Negeri Jiran sana? Lebih-kurang, bayangan inilah yang digambarkan oleh M. Hilter Zami melalui arahannya dalam Bikin Filem. Saking inginnya menggarap cerita film ini, sampai-sampai ia sendiri merangkap sebagai penulis skenarionya. Bikin Filem merupakan film Malaysia bergenre drama komedi

Buletin Kontemporer #16

Sudah seharusnya mahasiswa dan birokrat kampus berjalan berdampingan untuk saling melakukan kontrol terhadap satu sama lain. Dalam prosesnya, diperlukan adanya pengawasan, pemberian kritik, dan penilaian yang objektif terhadap mutu sistem birokrasi yang berjalan didalamnya. Kontribsusi setiap pihak dalam bentuk-bentuk tersebut, patutnya diperhatikan dan diberi ruang demi terciptanya perubahan yang lebih baik dan terus berkembang dalam relasi kehidupan birokrasi kampus.

Pada buletin edisi ke-16 ini, kami mengangkat tema “Rekapitulasi” untuk memberi gambaran dan informasi mengenai topik-topik penting yang terjadi sepanjang tahun 2019. Beberapa topik yang diangkat antara lain mengenai BIDIKMISI, Pengenalan Kehidupan Kampus Mahasiswa Baru (PKKMB), proses pemilihan Rektor Institut Seni Indonesia Yogyakarta dan beberapa tajuk lain yang kami maksudkan untuk memicu pertumbuhan iklim kampus yang progresif dan tidak menyimpang.

Akhir kata, kami sampaikan selamat membaca!

Baca

Unduh